Haflah Attasyakkur Khotmil Qur'an Walkutub Ke-27 Pondok Pesantren Lubabuth Tholibin Desa Sangubanyu
Haflah Attasyakkur Khotmil Qur'an Walkutub Ke-27 Pondok Pesantren Lubabuth Tholibin Desa Sangubanyu
Sabtu, 7 Februari 2026 bertempat di Kompleks Pondok Pesantren Lubabuth Tholibin Desa Sangubanyu, asuhan Kyai Muhtadin Aziz menggelar Haflah Attasyakkur Khotmil Qur'an Walkutub Ke-27. Hadir pada agenda kali ini, segenap pengasuh dan takmir masjid, pengasuh TPQ MDS PP Lubabuth Tolibin, santri beserta wali santri, jamaah Masjid, Kepala Desa Sangubanyu (H. Bambang Gunadi) beserta seluruh perangkatnya, dan juga tamu undangan. Adapun Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani yang berhalangan hadir diwakili oleh Camat Buluspesantren (Azida Nurul Hayya, S.STP, MSi). Hadir menyertai Camat, Sekretaris Kecamatan (Eko Budiono, SE, MSi) beserta unsur Koramil Buluspesantren dan Polsek Buluspesantren. Sebagai Mubaligh pada agenda ini, Beliau KH. Nur Hidayatulloh Pengasuh Pondok Al-Mubarok, Manggisan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo.
Dalam sambutannya, sekaligus membacakan sambutan Bupati, Camat Buluspesantren menyampaikan permohonan maaf dikarenakan Beliau Ibu Bupati tidak bisa hadir secara pribadi dikarenakan bersamaan dengan agenda lain yang mengharuskan kehadiran Bupati dan tidak bisa diwakilkan. Selanjutnya disampaikan melalui sambutan Bupati, bahwa Bupati menyampaikan apresiasi yang luar biasa terhadap para kyai yang terus berjuang menegakkan kalimatullah melalui masjid, mushola dan pondok pesantren. Bupati berharap dan mendoakan agar perjuangan para kyai menjadikan kemajuan yang berkelanjutan terhadap santri dan berguna bagi nusa, bangsa dan agama, termasuk para kyai dan ustad ustadzah Pondok Pesantren Lubabuth Tholibin beserta para santrinya.
Terkait dengan anggaran dan pembangunan di Kabupaten Kebumen, disampaikan Bupati melalui Camat Buluspesantren, bahwa Pemkab Kebumen terus berupaya melaksanakan pembangunan. Termasuk Pembangunan bidang insfrastruktur dan pendidikan. Di bidang infrastruktur, beberapa titik jalan yang ada di wilayah Kecamatan Buluspesantren, rencananya akan diperbaiki pada tahun 2026 ini, meliputi jalan di wilayah Bocor, Arjowinangun, Banjurmukadan, dan Sangubanyu. Di bidang pendidikan, selain pendidikan formal, Pemkab Kebumen juga konsen pada madrasah diniyah dan TPQ.
Selanjutnya, KH Nur Hidayatulloh melalui mau’idhatul hasanahnya menyampaikan bahwa dzikir (mengingat Allah) dan syukur (terima kasih atas nikmat) adalah dua landasan utama agama yang saling berkaitan untuk mendapatkan rahmat, ketenangan, dan tambahan karunia. Dzikir dilakukan dengan lisan dan hati, sementara syukur diwujudkan melalui hati, lisan, dan ketaatan anggota badan. Keduanya adalah inti ibadah. Dzikir billisan (dengan lisan) dan bilqolbi (dengan hati) adalah dua metode mengingat Allah yang melengkapi satu sama lain. Zikir lisan melibatkan pengucapan kalimat thayyibah (tahlil, tasbih, tahmid) secara bersuara, sedangkan zikir hati adalah penghayatan, pengagungan, dan keterjagaan hati untuk selalu mengingat-Nya dalam segala situasi. Lisan manusia bisa berfungsi dengan baik bisa merasakan asin, manis, pahit itu karena saraf yang ada dalam lisan kita itu normal 100%, apabila ada 1 saja saraf tidak normal maka saraf juga terganggu. Semua ini bisa digapai jika seseorang bertauhid dengan benar.
Dipertegas oleh KH Nur Hidayatulloh, bahwa dzikir yang hakiki harus memadukan unsur lisan dan qolbi. Juga dzikir ini haruslah digapai dengan senantiasa mengingat nikmat Allah dan mengingat kebaikan Allah pada makhluk-Nya. Tujuan penciptaan bukanlah untuk melupakan-Nya dan mengufuri-Nya. Ingatlah, Allah akan senantiasa mengingat hamba-Nya jika mereka selalu berdzikir pada-Nya, juga akan senantiasa mensyukuri hamba-Nya, jika mereka bersyukur pada-Nya.
Oleh karena itu, Allah memerintahkan untuk kita berdzikir dan bersyukur serta melarang ingkar (kufur).
