Lokmin Linsek Puskesmas Buluspesantren I
Lokmin Linsek Puskesmas Buluspesantren I
Lokarya Mini (Lokmin) Lintas Sektor (Linsek) adalah forum pertemuan triwulanan yang krusial untuk mengevaluasi capaian kinerja program kesehatan, membahas kendala, dan menyusun rencana tindak lanjut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kerja sama tim lintas program (internal) dan lintas sektor (eksternal) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas. Melibatkan camat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan instansi terkait untuk membangun komitmen bersama, meningkatkan peran serta masyarakat, dan menangani masalah kesehatan secara terpadu.
Kamis (12/02/2026) Puskesmas Buluspesantren I menyelenggarakan Lokmin Linsek yang dihadiri Tuan Rumah (Kepala Puskesmas I beserta jajarannya), Forkompincam Kecamatan Buluspesantren (Camat diwakili Sekcam, Kapolsek, Danramil diwakili Bati TUUD Peltu Ahmad Tarudin), Kepala Desa dalam naungan Puskesmas Buluspesantren I (hadir secara pribadi Kepala Desa Arjowinangun dan Kepala Desa Banjurmukadan), unsur TP PKK Kecamatan Buluspesantren,unsur KUA Kecamatan Buluspesantren, Bidan Desa, Perwakilan SPPG Bocor (2 SPPG), SPPG Waluyo, dan SPPG Brecong serta undangan lainnya.
Melalui sambutannya, Sekcam Buluspesantren (Eko Budiono, SE, MSi) menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak (pemerintah, desa, tokoh masyarakat, kader) untuk meningkatkan derajat kesehatan, mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi masalah, dan menyusun rencana kerja bersama demi pelayanan kesehatan yang lebih baik dan merata, dengan fokus pada isu seperti stunting, imunisasi, dan kesehatan ibu dan anak. Sekcam juga mengajak semua elemen partisipasi aktif dan berkomitmen untuk mencapai target dan derajat kesehatan yang maksimal di semua desa yang dinaungi Puskesmas Buluspesantren I.
Adapun Kapus I Buluspesantren (Dewi Sulistyowati, S.ST, MM) dalam paparannya menyampaikan bahwa secara umum kinerja puskesmas berdasarkan hasil capaian SPM-nya sepanjang Tahun 2025 sesuai target 100%, persentase stuntingnya 5,65% jauh dibawah rata-rata kabupaten (Arjowinangun & Banjurmukadan 0 stunting). Adapun Angka Kematian Bayi (AKB) sejumlah 4 anak (disebabkan faktor bawaan penyakit dari Ibu) dan 1 angka Kematian Ibu (AKI). Selanjutnya, Kapus I menyempaikan bahwa layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) termasuk kategori terbaik di Kabupaten Kebumen, terbukti dengan adanya studi banding layanan CKG dari Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur ke Puskesmas Buluspesantren I. selain hal tersebut, Kapus I juga menyoroti kaitan dengan pentingnya untuk memastikan kondisi SPPG harus higienis makanannya, dapurnya, dan juga lingkungannya. Terkait penonaktifan peserta PBI JK oleh pemerintah pusat (Kab.Kebumen total 57.000) agar disikapi dgn bijak,dan desa secara aktif melakukan cross chek dan melakukan reaktivasi sesuai persyaratan & ketentuan yang berlaku, juga disampaikan Kapus Buluspesantren I. Tidak lupa Beliau juga menekankan kewaspadaan dini terhadap penyakit, seperti leptospirosis dan penyakit yang disebabkan virus Nipah.
Sementara, Kapolsek Buluspesantren (AIPTU Nurhadi) menyampaikan hal terkait ODGJ dan kerawanan sosial yang secara pararel berkorelasi kuat. Kapolsek memberikan entri poin dalam rangka meminimalisir ODGJ dan kerawanan sosial, yaitu desa agar aktif mendata warga yang kurang mampu dan mendata anak yang tidak sekolah untuk selanjutnya diusulkan mendapatkan bantuan dan pendampingan dari kepolisian melalui Polsek. Pengananan ODGJ agar dilakukan dgn bijak mengedepankan pendekatan persuasif yg terintegrasi keluarga,pemdes, kecamatan,Koramil,Polsek dan puskesmas.
Danrami yang diwakili Peltu Ahmad Tarudin memberikan penegasan terkait SPPG. Untuk mengontrol Sistem SPPG agar berjalan dengan baik, fokus pada beberapa aspek kunci, termasuk perencanaan yang matang, pelaksanaan yang disiplin, dan pengawasan yang ketat. Agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara optimal, diperlukan sinergi yang kuat, kepatuhan pada standar gizi dan keamanan pangan, serta akuntabilitas operasional. Dan pada prinsipnya TNI siap 24 jam mendampingi dan menyukseskan program ini.
