KPM PKH: Hindari Besar Pasak Daripada Tiang
KPM PKH: Hindari Besar Pasak Daripada Tiang
Salah satu peribahasa yang sering kali tidak sengaja diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah “besar pasak daripada tiang”. Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa dirinya sudah mengeluarkan uangnya jauh lebih banyak daripada apa yang bisa dirinya dapatkan."Besar pasak daripada tiang" adalah peribahasa Indonesia yang bermakna pengeluaran atau belanja jauh lebih besar daripada pendapatan atau penghasilan. Ungkapan ini menggambarkan kondisi keuangan yang tidak sehat akibat perilaku boros, dimana gaya hidup melebihi kemampuan finansial yang sebenarnya. Singkatnya, ini adalah gambaran situasi di mana seseorang hidup terlalu boros atau tidak mampu mengelola keuangan sehingga pengeluarannya melampaui uang yang dihasilkan.
Bertempat di Rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Dukuh Dadap Desa Waluyo, Pendamping PKH Kecamatan Buluspesantren (Imam Abdul Rahman,S.H.I) melaksanakan pendampingan bagi KPM PKH Desa Waluyo. Khusus kali ini Senin (02/03/2026), pendampingan bertemakan mengelola keuangan keluarga, fokus pada strategi menyusun anggaran bulanan agar pengeluaran rumah tangga tidak lebih besar dari pendapatan. Selain itu, disampaikan juga edukasi pencatatan pemasukan-pengeluaran, skala prioritas kebutuhan pokok, dan menabung. Tujuannya agar KPM bijak mengatur keuangan, mengurangi ketergantungan bantuan, dan mencapai kemandirian finansial. Konflik dalam rumah tangga seringkali berakar dari masalah keuangan. Pengelolaan yang transparan dan baik akan meningkatkan kepercayaan antara suami dan istri, serta menciptakan suasana sakinah, mawaddah, dan warahmah.
“Tidak ada kata sepele perihal mengatur keuangan keluarga. Meski demikian, bukan berarti hal ini harus dihindari jika tidak ingin menimbulkan bara dalam rumah tangga. Pahami perbedaan kebutuhan dan keinginan,”kata Imam.
