Pra Musrenbang Tematik Stunting, Merumuskan Usulan Menyeleraskan Prioritas
Pra Musrenbang Tematik Stunting, Merumuskan Usulan Menyeleraskan Prioritas
Musrenbang Tematik Stunting adalah forum perencanaan pembangunan khusus yang bertujuan mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui integrasi program lintas sektor, konvergensi data, dan pengoptimalan anggaran. Fokus utamanya mencakup intervensi gizi, perbaikan sanitasi, ketahanan pangan, dan pendampingan keluarga berisiko.
Selasa (17/04/2026) bertempat di Co Working Space Lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen, Kecamatan Buluspesantren yang diwakili Ketua TP PKK Kecamatan (Agustin Ariani, SPd) beserta Perencana (Fitrianingsih, S.Tr, Ak) mengikuti Pra Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Tahun 2026 yang diikuti seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Kebumen. Sebagai Narasumber pada kegiatan ini, Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen, Kepala Bapperida Kabupaten Kebumen, dan Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen.
Kepala Bapperida diwakili Sekretaris menyampaikan materi terkait target daerah dalam penanganan stunting, data stunting, aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting, anggaran kabupaten terkait stunting, dan upaya Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam rangka percepatan penurunan stunting dengan mengidentifikasi dan menentukan strategi sebagai bagian dari konvergensi penurunan stunting agar angka pravelensi stunting dan jumlah penderita stunting dapat menurun. “Kabupaten Kebumen berhasil menurunkan angka Prevalensi Stunting dari Data e-PPGBM Tahun 2024, sebesar 9,17% menjadi 7,58% pada Tahun 2025 dengan kinerja penurunan sebesar 1,59 %,” ungkapnya.
Kepala Dinkes PPKB diwakili Sekretaris menyampaikan terkait upaya percepatan penurunan stunting, fokus data dan sasaran stunting serta konsistensi kegiatan Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen dalam rangka penurunan stunting. “Intervensi serentak bukan ditujukan untuk menurunkan stunting secepat-cepatnya, namun menjadi awal perbaikan konvergensi bersama dan tingkat pencegahan yang lebih massif.”ujarnya.
Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen (Hj. Nurjanah Zaeni Miftah, SPdI) menyampaikan bahwa meskipun sudah ada MBG, pola asuh yang baik berperan sangat penting dalam pencegahan stunting. Pola asuh erat kaitannya dengan perilaku dan kebiasaan yang dilakukan oleh anggota keluarga. “Sebagai contoh masih adanya kecenderungan orangtua utamanya laki-laki yang mengedepankan kepentingan pribadinya mengonsumsi rokok dan menomorsekiankan pemenuhan gizi anak.” tegasnya.
Hasil Pra-Musrenbang ini akan menjadi bahan utama dalam Musrenbang Kabupaten/Kota untuk Penyusunan RKPD 2027. Setiap OPD terkait diharapkan menyelaraskan program/kegiatannya dengan prioritas yang telah disepakati. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor yang lebih intensif untuk memastikan integrasi program di tingkat kabupaten.
Dari 31 indikator dengan total 137 usulan, 5 usulan diusulkan ke Provinsi meliputi bimtek tatalaksana balita masalah gizi, bimtek tatalaksana balita masalah gizi (usulan kabupaten), kalibrasi alat antroprometri secara berkala oleh kalibrator (kec puring), pengolahan Limbah Rumah Tangga (kec klirong), dan budidaya tanam vertikurtur (kec sruweng).
Menentukan prioritas bukanlah tentang menyelesaikan lebih banyak hal, melainkan tentang menyelesaikan hal yang benar. Karena penyelarasan prioritas adalah kunci untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
