Musdesus Tutup Buku: Refleksi Membangun BUMDesa Yang Sehat, Akuntabel, dan Berintegritas
Musdesus Tutup Buku: Refleksi Membangun BUMDesa Yang Sehat, Akuntabel, dan Berintegritas
Musdesus (Musyawarah Desa Khusus) Tutup Tahun BUMDes adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat desa yang diselenggarakan secara khusus untuk membahas laporan pertanggungjawaban akhir tahun Badan Usaha Milik Desa. Kegiatan ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelola BUMDes kepada Pemerintah Desa, BPD, dan masyarakat.
Kamis (23/4/2024) Camat Buluspesantren Azida Nurul Hayya, S.STP, MSi didampingi Plt Kasi Pemberdayaan Masyarakat Purwito, SE, MM menghadiri agenda Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Tutup Tahun Buku BUMDes Margo Mulyo Desa Jogopaten Tahun 2025. Nampak hadir juga Pendamping Desa dan pastinya unsur terkait dari Desa Jogopaten, baik itu Pemerintah desa, Direktur BUMDes Margo Mulyo, BPD, dan Tokoh Masyarakat beserta perwakilan unsur kelembagaan desa lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Buluspesantren menyampaikan bahwa Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk tutup buku Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki urgensi tinggi sebagai mekanisme tata kelola yang baik (good governance) serta kepatuhan hukum. Musdesus merupakan wadah pengurus BUMDes untuk melaporkan kinerja keuangan, operasional, dan program kerja tahunan kepada masyarakat desa dan pemerintah desa secara transparan.
“Musdesus ini penting untuk memastikan BUMDes berjalan profesional, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,”jelas Camat Buluspesantren.
“Hal ini membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan usaha desa,” tegas Camat Azida.
"Jadikan laporan tutup buku ini sebagai semangat baru untuk memperluas peluang usaha desa", pungkas Azida.
Selanjutnya, dari hasil Laporan Pertanggungjawaban BUMDes Margo Mulyo Desa Jogopaten Tahun 2025 yang disampaikan Direktur BUMDes, terinformasi bahwa dari Pengelolaan Pasar, Cucian Motor dan Peternakan (gadon Sapi) per tanggal 31 Desember 2025 menghasilkan laba Rp. 3.843.635,-.Sementara itu, ketahanan pangan bermodalkan Rp. 213.000.000,- digunakan untuk usaha gadon sapi, tetapi belum ada pemasukan karena masih dalam proses (sapi sudah hamil).
