"Telur Beranak, Desa Berdaya: Bebek Petelur Perkuat Ketahanan Pangan Desa"
"Telur Beranak, Desa Berdaya: Bebek Petelur Perkuat Ketahanan Pangan Desa"
Esensi dari Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) adalah kolaborasi strategis antar-desa untuk mengelola potensi ekonomi secara bersama-sama guna mencapai kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan desa, dengan menggabungkan modal dan sumber daya dari dua desa atau lebih. esensi BUMDesma adalah "Gotong Royong Modern" dalam mengelola ekonomi desa agar lebih berdaya saing dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
BUMDesma berfungsi sebagai wadah untuk menyatukan kekuatan ekonomi desa-desa, memperkuat kemitraan, dan menciptakan skala usaha yang lebih besar daripada BUMDes tunggal. Di bawah BUMDesma Nawasena, 3 desa (Klapasawit, Arjowinangun, dan Sangubanyu) berkolaborasi menyatukan modal untuk program ketahanan pangan. Program ini diwujudkan dalam bentuk usaha peternakan bebek petelur yang kandangnya bertempat di Desa Klapasawit.
Rabu sore (06/05/2026) BUMDes Nawasena resmi meliris unit usaha baru di bidang peternakan bebek petelur. Peresmian ini dihadiri Camat Buluspesantren Azida Nurul Hayya, S.STP, MSi yang didampingi Kasi Trantib sekaligus Plt Kasi Pemberdayaan Masyarakat Purwito, SE, MM beserta staf, unsur BUMDesma, Kades Klapasawit, Kades Arjowinangun, dan Kades Sangubanyu, serta Ketua Rekso Projo kabupaten Kebumen yanhg sekaligus Kepala Desa Tanjungrejo.
Sebanyak 800 ekor bebek (40% dari total yang direncanakan) telah didatangkan dan ditempatkan di kandang khusus yang dipersiapkan sebagai langkah awal pengembangan usaha produktif desa. Dengan didatangkannya bebek petelur, Direktur BUMDes Nawasena menegaskan komitmennya untuk terus bergerak maju, menghadirkan inovasi, dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Direktur BUMDes Nawasena Sari Winarsih, A.Md, Keb , menjelaskan bahwa pilihan pada peternakan bebek didasarkan pada prospek pasar telur yang menjanjikan.
“Permintaan telur di pasaran terus meningkat. Kami optimis usaha ini berkembang dan memberi manfaat langsung bagi warga,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Camat Buluspesantren memberikan apresiasi tinggi kepada BUMDesma Nawawsena yang telah mampu mengelola penyertaan modal dari dana desa dengan baik dan tepat sasaran. Beliau juga menyampaikan harapan agar keberadaan unit usaha bebek petelur ini tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga mampu menambah Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Inovasi dan kemandirian seperti ini perlu terus kita dorong agar desa semakin maju dan masyarakatnya sejahtera,” ujar Camat Azida.
BUMDesma Nawasena mengembangkan unit usaha bebek petelur sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Kehadiran usaha ini diharapkan dapat memperluas peluang kerja, meningkatkan pendapatan warga, serta mendukung kemandirian ekonomi desa.
Budidaya bebek petelur kini menjadi andalan bagi banyak desa dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian lokal. Program Desa Berdaya melalui ternak bebek petelur, atau sering disebut "Telur Beranak" (produksi telur yang berkesinambungan), terbukti menjadi salah satu langkah nyata swasembada pangan hewani, sejalan dengan instruksi Kementerian Desa PDTT yang memperbolehkan penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan.
