Lokmin Linsek Puskesmas I Buluspesantren: Mengenali Masalah Mengubah Kebiasaan
Lokmin Linsek Puskesmas I Buluspesantren: Mengenali Masalah Mengubah Kebiasaan
Rabu (13/05/2026) Puskesmas Buluspesantren I menyelenggarakan Lokmin Linsek yang dihadiri Tuan Rumah (Kepala Puskesmas I beserta jajarannya), Forkompincam Buluspesantren (Camat, Perwakilan Kapolsek, Danramil diwakili Bati TUUD Peltu Ahmad Tarudin), Kepala Desa dalam naungan Puskesmas Buluspesantren I (hadir secara pribadi Kepala Desa Waluyo, Indrosari dan Kepala Desa Bocor), unsur TP PKK Kecamatan Buluspesantren, unsur KUA Kecamatan Buluspesantren, Bidan Desa, dan unsur terkait lainnya.
Melalui sambutannya, Camat Buluspesantren Buluspesantren Azida Nurul Hayya, S.STP, MSi menyampaikan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mendukung keberhasilan program-program kesehatan. Kerja sama lintas sektor adalah kunci utama keberhasilan program kesehatan karena kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi yang berada di luar kendali sektor medis saja. Sektor kesehatan tidak dapat bekerja sendiri dalam mengatasi masalah kompleks seperti stunting, penyakit menular, maupun penularan Penyakit Tidak Menular
"Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi yang baik antara berbagai sektor, kita bisa mencapai hasil yang lebih optimal dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ujar Camat Buluspesantren.
Selain itu, Camat Buluspesantren juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif dari Puskesmas I Buluspesantren dalam menyelenggarakan pertemuan ini dan berharap agar hasil dari minilokakarya ini dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan.
Adapun Kepala Puskesmas I Buluspesantren Dewi Sulistyowati, S.ST, MM dalam paparannya menyampaikan bahwa secara umum kinerja puskesmas berdasarkan hasil capaian SPM-nya ditriwulan I Tahun 2026 sesuai target 100%, persentase stuntingnya 5,47% jauh dibawah rata-rata kabupaten. Terkait penonaktifan peserta PBI JK oleh pemerintah pusat agar disikapi dgn bijak, dan desa secara aktif melakukan cross chek dan melakukan reaktivasi sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku, juga disampaikan Kapus Buluspesantren I. Tidak lupa, Kapus menegaskan bahwa status Puskesmas I Buluspesantren adalah Puskesmas rawat jalan, bukan rawat inap. Selain itu, juga menekankan kewaspadaan dini terhadap penyakit, seperti leptospirosis dan penyakit yang disebabkan virus Nipah.
"Adanya kejadian kasus leptospirosis mestinya menjadi kewaspadaan dan penguatan kesadaran masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat,” tegas Kapus..
Sementara, perwakilan Polsek Buluspesantren menyampaikan entri poin dalam rangka meminimalisir ODGJ dan kerawanan sosial pengananan ODGJ agar dilakukan dengan bijak mengedepankan pendekatan persuasif yang terintegrasi keluarga, pemdes, kecamatan, koramil, polsek dan Puskesmas.
Selanjutnya, Danramil yang diwakili Peltu Ahmad Tarudin menyampaikan pesan utama terkait program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan menegaskan komitmen penuh TNI AD untuk mengawal, mendukung, dan mempercepat pembangunan fisik serta operasional gerai KDMP demi menggerakkan roda ekonomi masyarakat pedesaan..
