Peringatan HUT IGTKI ke-76: Menanam Benih Karakter Sejak Dini, Menyambut Masa Depan Pendidikan Berkualitas
Peringatan HUT IGTKI ke-76: Menanam Benih Karakter Sejak Dini, Menyambut Masa Depan Pendidikan Berkualitas
IGTKI merupakan singkatan dari Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia, yaitu sebuah organisasi profesi resmi yang menghimpun para pendidik dan guru Taman Kanak-Kanak di seluruh penjuru Indonesia. Organisasi ini didirikan sejak tanggal 22 Mei 1950 di Jakarta. Dalam perkembangannya, IGTKI melakukan integrasi dan bermitra secara resmi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia sehingga namanya sering kali dikenal sebagai IGTKI-PGRI.
Selasa (19/5/2026) bertempat di TK Aisyah Bustanul Atfal Desa Banjurmukadan dilaksanakan agenda pertemuan sekaligus peringatan HUT IGTKI-PGRI Tingkat Kecamatan Buluspesantren yang dihadiri Pengurus IGTKI-PGRI Kecamatan Buluspesantren beserta anggotanya, Pengawas PAUD, dan Penilik PAUD Kecamatan Buluspesantren. Acara yang bertemakan Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun juga dihadiri Camat Buluspesantren, Azida Nurul Hayya, S.STP, MSi.
Menurut Ketua IGTKI-PGRI Kecamatan Buluspesantren, Idha Dwi Listiani, S.Pd, agenda puncak perayaan HUT IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia) memang diperingati pada tanggal 22 Mei. Meskipun tahun ini perayaannya ditingkat Kecamatan Buluspesantren mendahului tanggal tersebut, diharapkan tidak mengurangi nilai dan makna perayaan.
Selanjutnya, Camat Buluspesantren, melalui sambutannya mengucapkan selamat HUT IGTKI-PGRI Ke-76 untuk segenap jajaran IGTKI-PGRI Kecamatan Buluspesantren, “Saya juga ucapkan selamat ulang tahun yang ke-76 IGTKI-PGRI Kecamatan Buluspesantren, semoga semakin sukses dan jaya untuk IGTKI-PGRI Kecamatan Buluspesantren,” tuturnya.
Dalam rangka memperingati lahirnya IGTKI-PGRI pada tanggal 22 Mei 1950, ia mengajak seluruh guru TK di Kecamatan Buluspesantren untuk tidak lelah berusaha menjadi guru yang lebih baik,menjadi figur guru yang mampu menjelaskan, menerangkan baik itu ilmu umum maupun ilmu yang berkaitan dengan keagamaan. Adopsi ilmu TK dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan.
“Sebagai contoh potensi Buluspesantren dibidang pertanian, bisa dijadikan pemantik edukasi dan empati anak didik mengenal cocok tanam di sawah dan kebun sejak dini,” ujar Azida.
Tidak bisa dibantah lagi, menanamkan karakter sejak usia dini merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul dan menyambut masa depan pendidikan berkualitas. Pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu akademik, tetapi juga tentang pembentukan moral, etika, dan kepribadian.
