Selapanan Muslimat NU Ancab Buluspesantren: Peningkatan Ibadah dan Kesadaran Spiritual di Bulan Istimewa
Selapanan Muslimat NU Ancab Buluspesantren: Peningkatan Ibadah dan Kesadaran Spiritual di Bulan Istimewa
Selapanan Muslimat NU adalah pengajian dan pertemuan rutin bulanan yang diadakan oleh Muslimat Nahdlatul Ulama setiap 35 hari sekali (berdasarkan penanggalan Jawa). Acara ini bertujuan mempererat silaturahmi (ukhuwah) melalui dzikir atau tahlil bersama dan mendengarkan ceramah agama.
Minggu (31/05/2026) Camat Buluspesantren Azida Nurul Hayya, S.STP, MSi menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Pengajian Selapanan Keluarga Besar Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Buluspesantren yang bertempat di Masjid Nur Hidayah Desa Banjurpasar. Acara selapanan rutin ini dikemas dalam acara inti pengajian lapanan dihadiri oleh unsur Muslimat Ancab Buluspesantren dan Muslimat Ranting dari 21 Desa di Kecamatan Buluspesantren. Selain itu, hadir Kepala Desa Banjurpasar beserta seluruh perangkat Desa Banjurpasar dan juga Anggota DPRD Kabupaten Kebumen dari Partai Golkar Retno Yulianti, SH.
Dalam sambutannya, Camat Buluspesantren menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan yang digagas oleh NU. Menurut beliau, kegiatan seperti pengajian rutin ini tidak hanya mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi semangat kebersamaan dan kekompakan keluarga besar NU Anak Cabang Buluspesantren. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap ukhuwah islamiyah dan semangat gotong royong masyarakat semakin tumbuh kuat,” ujar Camat Azida.
Gus Akhmad Dzohron Nahdlowi dari Desa Tresnorejo Kecamatan Petanahan sebagai penceramah, menyampaikan poin utama terkait hikmah Bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang paling dimuliakan dalam Islam karena termasuk dalam Bulan Haram. Keistimewaan utamanya terletak pada sepuluh hari pertama, di mana seluruh amal saleh yang dikerjakan pada periode ini sangat dicintai oleh Allah SWT, bahkan pahalanya disebut lebih utama dibandingkan jihad di jalan Allah.
Banyak ulama menekankan bahwa keutamaan bulan Dzulhijjah terletak pada momentum spiritual yang besar, seperti wukuf di Arafah dan pelaksanaan kurban. “Dua ibadah agung ini menjadikan bulan Dzulhijjah sebagai momen penyucian diri dan pengabdian tertinggi kepada Allah SWT,” tegas Gus Akhmad.
Oleh karena itu, memahami dan memanfaatkan keutamaan bulan Dzulhijjah sangat penting bagi setiap Muslim. Bulan ini adalah waktu istimewa yang tidak seharusnya dilewatkan begitu saja tanpa peningkatan ibadah dan kesadaran spiritual.
