Memetri Bumi Desa Brecong, Keselarasan Merawat Tradisi
Memetri Bumi Desa Brecong, Keselarasan Merawat Tradisi
Secara harfiah, kata memetri dalam bahasa Jawa memiliki makna memelihara dengan baik, menjaga, melestarikan, menghormati, dan memuliakan. Istilah ini merujuk pada segala bentuk tindakan, kerja baik, atau ritual adat yang bertujuan untuk merawat kelangsungan mahluk hidup serta keseimbangan alam di sekitarnya.
Kamis malam (09/07/2026) Camat Buluspesantren, Azida Nurul Hayya, S.STP, MSi menghadiri acara Memetri Bumi Desa Brecong. Acara yang dilaksanakan di Mushola Darussangadah Dukuh Jetis Desa Brecong dikemas dalam bentuk acara pengajian, menghadirkan Kyai Haryono Hasyim As’ari dari Prembun.
Dalam sambutannya, Camat Buluspesantren menyampaikan bahwa memetri bumi merupakan tradisi dan doa bersama masyarakat sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi. Kegiatan spiritual ini menjadi puncak kebersamaan warga untuk bersyukur kepada-Nya.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan, dan terus mendukung program-program pembangunan di wilayah kita. Semoga ke depan, hasil bumi kita semakin melimpah, masyarakat semakin sejahtera, dan desa kita dijauhkan dari segala musibah, “ ujar Camat Azida.
Sementara itu, Kyai Haryono Hasyim As’ari melalui tausiahnya menyampaikan terkait hikmah syukur nikmat. Sikap berterima kasih kepada Allah SWT atas segala karunia yang diberikan, baik berupa kesehatan, harta, maupun iman. Hal ini diwujudkan melalui tiga cara utama: mengakui dalam hati, mengucapkan Alhamdulillah dengan lisan, dan menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan dan kebaikan.
“Masyarakat diajarkan merawat alam dan hidup selaras dengan lingkungan dan harus pandai bersyukur,” jelasnya.
