Rembuk Stunting Desa Banjurpasar: Sinergi Membangun Generasi Sehat dan Zero Stunting
Rembuk Stunting Desa Banjurpasar: Sinergi Membangun Generasi Sehat dan Zero Stunting
Rembuk stunting adalah forum musyawarah partisipatif di tingkat desa yang bertujuan untuk membahas, merumuskan langkah-langkah penanganan, dan menetapkan komitmen bersama dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari pramusyawarah penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa dan memprioritaskan penggunaan anggaran desa.
Senin (13/07/2026) Sekretaris Kecamatan Buluspesantren beserta Kasi Tata Pemerintahan menghadiri acara Rembuk Stunting Desa Banjurpasar yang bertempat di Balai Desa Banjurpasar. Nampak hadir juga Pendamping Desa, Kepala Puskesmas I Buluspesantren dan pastinya unsur terkait dari Desa Banjurpasar, baik itu Kepala Desa beserta perangkatnya, BPD, PKK, Bidan Desa, kader Kesehatan, dan Tokoh Masyarakat beserta perwakilan unsur kelembagaan desa lainnya.
Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Puskesmas I Buluspesantren, Dewi Sulistyowati, S.ST, MM, di Desa Banjurpasar data per Bulan Juni terdapat zero stunting balita usia 0-23 bulan dan 7 balita stunting usia 2-5 tahun.
Sementara itu, Sekcam Buluspesantren, Eko Budiono, SE, MSi dalam arahannya menyampaikan bahwa penanggulangan stunting sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan. Masalah gagal tumbuh ini tidak hanya mempengaruhi fisik anak, tetapi juga menyebabkan gangguan perkembangan otak yang berdampak pada penurunan kecerdasan dan produktivitas.
"Rembuk stunting ini adalah langkah strategis untuk membahas percepatan penurunan kasus stunting dan oleh karena itu mari bersinergi dan kolaborasi untuk terus berupaya menjadikan zero stunting," ujar Sekcam.
Dengan adanya Rembuk Stunting ini, harapannya adalah semua pihak dapat bersinergi demi mewujudkan generasi di Desa Banjurpasar yang lebih sehat dan bebas stunting.
