Pertemuan PGTKP Kecamatan Buluspesantren
Pertemuan PGTKP Kecamatan Buluspesantren
Bertempat di komplek SD Negeri 2 Brecong, tepatnya di TK Pertiwi 14.06.04 Brecong, Selasa 20 Januari 2026 TP PKK Kecamatan Buluspesantren melaksanakan Pertemuan Rutin PGTKP tingkat Kecamatan dengan agenda utama membahas penerapan Interactive Flat Panel (IFP) dalam pembelajaran. Pertemuan rutin 3 bulanan ini meruapakan pertemuan perdana di Tahun 2026 dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita sekaligus Ketua Yayasan Dhian Dharma Kecamatan Buluspesantren, Agustin Ariani, S.Pd dan Kepala Sekolah atau yang mewakili dari unsur TK Pertiwi yang berada dalam naungan Yayasan Dhian Dharma (yayasan yang dibentuk dan berkembang dari peran Dharma Wanita dalam bidang pendidikan).
Di Kecamatan Buluspesantren terdapat 12 TK Pertiwi yang ada dalam naungan Yayasan Dhian Dharma, yaitu : TK Pertiwi 14.06.02 Jogopaten, TK Pertiwi 14.06.03 Setrojenar, TK Pertiwi 14.06.04 Brecong, TK Pertiwi 14.06.05 Bocor, TK Pertiwi 14.06.07 Tambakrejo, TK Pertiwi 14.06.08 Klapasawit, TK Pertiwi 14.06.09 Tanjungsari, TK Pertiwi 14.06.10 Sangubanyu, TK Pertiwi 14.06.14 Ampih, TK Pertiwi 14.06.15 Klapasawit, TK Pertiwi 14.06.16 Rantewringin dan TK Pertiwi 14.06.19 Klapasawit.
Acara ini diawali dengan sambutan oleh Uji Wahyuni, S.Pd selaku Ketua PGTKP Kecamatan Buluspesantren yang menyampaikan berbagai informasi dari PGTKP tingkat Kabupaten. Salah satu informasi yang disampaikan terkait dengan agenda PGTKP Kabupaten yang akan menyelenggarakan reorganisasi pada tanggal 24 Januari 2026. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Dhian Dharma, Agustin Ariani, S.Pd yang garis besarnya menyampaikan bahwa perlunya penguatan kewaspadaan dini dan pengawasan pada anak dari bahaya narkoba untuk mewujudkan keluarga Indonesia sehat tanpa narkoba. Agustin mengingatkan bahwa peran PGTK terhadap bahaya narkoba sangat penting, terutama untuk pencegahan sejak usia dini. Meskipun anak TK belum menjadi target langsung penyalahgunaan narkoba, pendidikan dini berfungsi sebagai fondasi karakter dan ketahanan diri. Melalui pembelajaran berbasis IFK, harapannya pesan pembelajaran utamanya terkait bahaya narkoba akan lebih mudah tersampaikan ke anak didik. Say no to drug's.
Pada acara inti terkait IFP yang disampaikan salah satu perwakilan PGTKP, terinformasi bahwa baru 3 (tiga) TK Pertiwi yang sudah menggunakan IFP dalam proses pembelajarannya yaitu TK Pertiwi 14.06.04 Brecong, TK Pertiwi 14.06.05 Bocor, dan TK Pertiwi 14.06.19 Klapasawit. IFP sendiri merupakan program nasional dari Presiden Prabowo melalui Kementerian Dasar dan Menengah untuk mendistribusikan papan tulis digital pintar ke sekolah yang bertujuan untuk digitalisasi pembelajaran agar prosesnya lebih interaktif, inovatif, dan menyenangkan. Adapun syarat utama untuk mendapatkan IFP meliputi terdaftar di Dapodik, konfirmasi digitalisasi pendidikan di Dapodik, kesiapan listrik dan internet, dan tersedia ruang yang aman untuk pemasangan dan penggunaannya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dari 12 TK Pertiwi, baru 3 TK yang memenuhi syarat IFP.
