Peletakan Batu Pertama Kandang Bebek Petelur Yang dikelola BUMDesma Nawasena di Klapasawit
Peletakan Batu Pertama Kandang Bebek Petelur Yang dikelola BUMDesma Nawasena di Klapasawit
Peletakan batu pertama (groundbreaking) dalam program ketahanan pangan merupakan simbol dimulainya komitmen nyata untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan suatu daerah atau negara. Secara lebih mendalam, seremoni ini membawa beberapa pesan strategis dan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan serius dalam mengelola sektor pangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional. Selain itu, hal ini juga melambangkan upaya memutus ketergantungan pada impor dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dan teknologi pertanian di wilayah tersebut.
Kamis pagi (12/2/2026) dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan kandang bebek petelur yg dikelola BUMDesma Nawasena yang berlokasi di Desa Klapasawit: Peletakan Batu Pertama dihadiri oleh 21 orang termasuk Camat Buluspesantren (Azida Nurul Hayya, S.STP, MSi) dan staf, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa, Pemdes Klapasawit, Arjowinangun dan Sangubanyu, Pengurus BUMDesma Nawasena, Penyedia Barang dan Jasa, Tokoh Masyarakat setempat, serta Tokoh Agama. Acara diawali kegiatan tahlil, dilanjutkan pemotongan tumpeng kemudian prosesi peletakan batu pertama yg dilakukan secara berurutan oleh Camat Buluspesantren, Tokoh Agama, Kepala Desa Arjowinangun, Kepala Desa Sangubanyu, Sekretaris Desa Klapasawit, Pengawas BUMDesma Nawasena, Tokoh Masyarakat dan terakhir okeh pelaksana proyek dan dilanjutkan oleh pekerja.
Pada agenda ini, Camat Buluspesantren berpesan agar pembangunan kandang yang dikelola melalui BUMDes Nawasena diharapkan dapat memberikan penghasilan tambahan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan menjadikan multiplayer effect terhadap pembangunan desa serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Beliau berharap agar proses ini tidak hanya menjadi seremoni awal, tetapi benar-benar berkembang menjadi pusat produksi yang mandiri.
.
