Pembukaan Safari Ramadhan MWCNU Kecamatan Buluspesantren 1447 H
Pembukaan Safari Ramadhan MWCNU Kecamatan Buluspesantren 1447 H
Safari Ramadhan adalah rangkaian kegiatan kunjungan atau perjalanan berkeliling yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan untuk mempererat tali silaturahmi dan menyebarkan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini umumnya melibatkan pemerintah, tokoh agama, atau organisasi yang mengunjungi berbagai masjid dan daerah untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Seperti halnya MWCNU Kecamatan Buluspesantren juga melaksanakan kegiatan safari Ramadhan.
Menandai awal Ramadhan 1447 H, MWCNU Kecamatan Buluspesatren, Senin malam (24/02/2026) melaksanakan acara pembukaan Safari Ramadhan, bertempat di Masjid Maqomul Muttaqin Desa Tambakrejo yang dihadiri segenap Pengurus MWCNU Kecamatan Buluspesantren, Ketua Ranting se-MWCNU Kecamatan Buluspesantren, Forkompincam, dan Kepala Desa Tambakrejo, beserta undangan lainnya. Agenda ini merupakan rangkaian awal agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setiap bulan Ramadhan di tingkat kecamatan untuk memperkuat silaturahmi antara pengurus, lembaga, banom, dan warga Nahdliyin. Beberapa rangkaian kegiatan selama Safari Ramadhan diantaranya acaranya Shalat Isya dan Tarawih berjamaah, kajian dan tausiyah, aksi sosial, santunan anak yatim, hingga pemberdayaan umat.
Dalam sambutannya, Plh. Camat sekaligus Sekretaris Kecamatan Buluspesantren (Eko Budiono, SE. MSi) menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setingi-tingginya kepada MWCNU Kecamatan Buluspesantren yang sangat istiqomah membumikan pengayoman umat kepada warga nahdiyin, utamanya saat Bulan Suci Ramadhan. Sekcam juga berpesan terkait dengan hasil Rakor Linsek tingkat kabupaten yang dipimpin langsung oleh Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani, perihal kegaduhan akibat petasan, tawuran, dan penyakit masyarakat, dimana hasilnya disepakati bahwa semua lintas sektor diminta untuk berperan aktif preventif dan persuasif mencegah aksi tawuran, petasan, dan penyakit masyarakat. "Oleh karena itu, NU juga sudah semestinya agar mengkreasi, ikhtiar dengan pendekatan sosiokultur yang humanis preventif dan persuasif mencegah aksi tawuran, petasan, dan penyakit masyarakat," pinta Sekcam.
Makna NU sebagai simbol Nuntun Umat (membimbing umat) merujuk pada peran Nahdlatul Ulama sebagai panduan keagamaan dan kemasyarakatan yang mengarahkan warga NU (Nahdliyin) dan masyarakat luas agar tetap berada pada jalur ajaran Islam yang benar, tidak terbantahkan. “NU bukan Numpang Udud, NU bukan Numpang Numpang Urip, tapi NU Nuntun Umat yang ngopeni, ngayomi, dan ngayemi, selaras dengan misi Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani dan Wakil Bupati H. Zaeni Miftah,” pungkas Sekcam.
