Lapanan MAPELHAJ/IPHI dan Pelantikan Pengurus MAPELHAJ/ IPHI Kecamatan Buluspesantren: Memperteguh Langkah Mewujudkan Kesalehan Hakiki
Lapanan MAPELHAJ/IPHI dan Pelantikan Pengurus MAPELHAJ/ IPHI Kecamatan Buluspesantren: Memperteguh Langkah Mewujudkan Kesalehan Hakiki
Minggu (26/07/2026) bertempat di Komplek Masjid Baitul Muhtadin Desa Sidomoro Kecamatan Buluspesantren dilaksanakan pengajian rutin Majelis Lapanan Haji Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia MAPELHAJ/ IPHI Kecamatan Buluspesantren, sekaligus Pelantikan Pengurus MAPELHAJ/ IPHI Kecamatan Buluspesantren periode 2026-2031.
Ketua MAPELHAJ/IPHI demisioner Kecamatan Buluspesantren KH. Muhamad Darmuji terpilih kembali sebagai Ketua MAPELHAJ/IPHI Kecamatan Buluspesantren periode 2026-2031.
Hadir pada agenda ini, segenap pengurus MAPELHAJ/IPHI Kecamatan Buluspesantren yang dilantik, jamaah MAPELHAJ/IPHI Kecamatan Buluspesantren, unsur MAPELHAJ/IPHI Kabupaten Kebumen, Kepala KUA Kecamatan Buluspesantren, unsur Koramil Buluspesantren, Kepala Desa Sidomoro beserta perangkat desanya, unsur Kecamatan Buluspesantren yang diwakili Kasi Trantib Kecamatan Buluspesantren Purwito, SE, MM beserta Hj. Sukarni, dan juga tamu undangan yang lain.
Sebagai Mubaligh pada agenda ini, Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen yang juga Ketua IPHI Kabupaten Kebumen, KH. Drs. Bambang Sucipto, M.PdI sekaligus melantik kepengurusan MAPELHAJ/IPHI Kecamatan Buluspesantren periode 2026-2031. Dalam tauziahnya, Kyai Bambang secara garis besar menyampaikan hal penting terkait bagaimana cara menjaga kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas ibadah wajib dan sunah, menjaga lisan serta perilaku, dan memperluas kepedulian sosial kepada sesama.
Menurut Kyai Bambang Kemabruran tidak lain adalah gambaran kondisi jiwa. Tanda haji mabrur adalah adanya perubahan nyata dalam kehidupan seseorang. Ia menjadi lebih zuhud terhadap dunia, lebih rindu kepada akhirat, semakin tekun dalam ibadah, serta akhlaknya kian mulia terhadap sesama.
“Mari kita jadikan haji bukan sekadar ibadah tahunan atau capaian prestisius, tetapi sebagai ruh yang menggerakkan kebaikan. Bagi yang sudah menunaikannya, tentu diharapkan kian memperteguh langkah dalam mewujudkan kesalehan yang hakiki. Sementara bagi yang belum berhaji, semoga Allah SWT membukakan jalan dan kesiapan lahir batin untuk menyusul ke Baitullah. Amin ya Rabb al-‘Alamin,” ujar KH. Bambang Sucipto.
